SujaNEWS.com — Marah merupakan suatu kondisi di mana hati sedang tidak karuan. Rasa yang bergejolak di dalam dada membuat seseorang lupa untuk berpikir jernih. Di sinilah pintu terbesar setan untuk masuk dan menggoda, dan tipu dayanya yang sangat ampuh. Sebab, setan dapat memermainkan orang yang sedang marah, seperti layaknya anak-anak yang sedang mempermainkan bola.
Ketika seseorang mengeluarkan emosi kemarahan yang meluap-luap, maka akan berpengaruh terhadap apa yang ada padanya. Salah satunya terhadap badan. Seperti apa pengaruh marah terhadap badan?
Berubahnya raut wajah, persendian menegang, sangat gemetaran, tingkah lakunya tak terkontrol, gerak-gerik dan bicaranya serampangan, sampai-sampai sudut-sudut mulutnya mengeluarkan buih, biji matanya memerah, lubang hidungnya bergerak-gerak serta karakter alaminya berubah.
Sekiranya orang marah melihat bentuk dirinya sangat buruk saat marah. Niscaya amarahnya akan reda. Karena, merasa malu atas wajahnya yang jelek tatkala marah dan perubahan karakter alaminya.
Sedangkan keburukan batin jauh lebih jelek daripada keburukan lahirnya. Sebab, bentuk lahir mengindikasikan kondisi batin. Hal ini adalah pengaruh marah terhadap tubuh.
Adapun pengaruh marah terhadap anggota tubuh lainnya adalah memukul, meninju, merobek-robek, membunuh, dan melukai. Ketika hal itu memungkinkan dilakukan tanpa peduli apapun. Apabila orang yang dimarahi kabur atau tidak mendapatinya karena suatu sebab sedangkan ia belum sadar, maka amarahnya akan kembali berkobar.
Dia akan merobek-robek bajunya, menampar dirinya sendiri. Terkadang ia memukul-mukul tanah atau memukul benda-benda keras atau pula melakuka perbuatan-perbuatan yang semestinya dilakukan orang gila. []
Ketika seseorang mengeluarkan emosi kemarahan yang meluap-luap, maka akan berpengaruh terhadap apa yang ada padanya. Salah satunya terhadap badan. Seperti apa pengaruh marah terhadap badan?
Berubahnya raut wajah, persendian menegang, sangat gemetaran, tingkah lakunya tak terkontrol, gerak-gerik dan bicaranya serampangan, sampai-sampai sudut-sudut mulutnya mengeluarkan buih, biji matanya memerah, lubang hidungnya bergerak-gerak serta karakter alaminya berubah.
Sekiranya orang marah melihat bentuk dirinya sangat buruk saat marah. Niscaya amarahnya akan reda. Karena, merasa malu atas wajahnya yang jelek tatkala marah dan perubahan karakter alaminya.
Sedangkan keburukan batin jauh lebih jelek daripada keburukan lahirnya. Sebab, bentuk lahir mengindikasikan kondisi batin. Hal ini adalah pengaruh marah terhadap tubuh.
Adapun pengaruh marah terhadap anggota tubuh lainnya adalah memukul, meninju, merobek-robek, membunuh, dan melukai. Ketika hal itu memungkinkan dilakukan tanpa peduli apapun. Apabila orang yang dimarahi kabur atau tidak mendapatinya karena suatu sebab sedangkan ia belum sadar, maka amarahnya akan kembali berkobar.
Dia akan merobek-robek bajunya, menampar dirinya sendiri. Terkadang ia memukul-mukul tanah atau memukul benda-benda keras atau pula melakuka perbuatan-perbuatan yang semestinya dilakukan orang gila. []
