Rombongan tersebut sama sekali tidak diganggu oleh peserta aksi. Mereka justru langsung disambut oleh Laskar dengan memberikan payung agar tidak kehujanan. Tak hanya itu, menurut laporan seorang peserta aksi dari Cibitung, Bekasi bernama Holil Sumarna, Laskar FPU bahkan mengawal penganten dan rombongan hingga masuk Gereja Katedral. Massa kemudian membuat border atau pembatas agar jalan mereka lapang.
Reaksi dari penganten pun tak kalah menakjubkan. Mendapat perlakuan tak terduga itu, mereka langsung memberi hormat dan langsung disambut pekik takbir oleh massa.
"Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar.."
Fenomena ini seolah membantah isu yang berkembang bahwa Aksi Bela Islam dan Ulama mencerminkan anti keragaman atau kebhinekaan. [Sujanews.com]
