Warganya Kembali Dipenggal Abu Sayyaf, PM Kanada Murka

Warganya Kembali Dipenggal Abu Sayyaf, PM Kanada Murka

SujaNEWS.com — Kelompok pejuang Filipina Selatan, Abu Sayyaf, kembali mengeksekusi mati seorang tawanan warga negara Kanada. Robert Hall terpaksa dieksekusi setelah pemerintah Kanada enggan membayar uang tebusan kepada kelompok itu.

Atas eksekusi ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau tidak mampu lagi menahan emosinya. Pria berusia 44 tahun itu mengutuk dengan bahasa paling keras.

Dalam sebuah pernyataan, Trudeau mengatakan, walaupun pihaknya masih mencari kebenaran mengenai laporan eksekusi Hall, namun tetap saja laporan ini memberikan pukulan cukup keras kepada pemerintah dan warga Kanada.

"Tindakan kejam dan brutal dari para penyandera telah menyebabkan kematian yang tidak perlu," kata Trudeau dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/6/2016).

"Kanada berpegangan bahwa kelompok yang telah melakukan penculikan dan penyanderaan ini harus bertanggung jawab penuh atas pembunuhan berdarah dingin dan tidak masuk akal ini," sambungnya.

Dalam pernyataan itu, Trudeau juga kembali menegaskan kebijakan pemerintah Kanada yang tidak akan membayar tebusan dalam kasus ini. Karena, lanjut Traudeau hal itu justru akan semakin membahayakan warga Kanada.

Sebelumnya diwartakan, melalui sambungan telepon kepada The Philippine Inquirer, juru bicara Abu Sayyaf Abu Raami menuturkan pihaknya telah mengeksekusi Hall, dan tubuh Hall akan ditemukan di suatu tempat di kota Jolo pada hari Senin.

Angkatan Bersenjata Filipina sendiri masih mencoba memverifikasi pernyataan Raami terkait eksekusi Hall. Juru bicara Komando Mindanao Barat, Mayor Filemon Tan, menyatakan pihaknya masih menunggu laporan dari pasukan yang berada di lapangan mengenai hal ini.