Ketika Keyakinan Jadi Kekuatan

Ketika Keyakinan Jadi Kekuatan
Oleh: Kang Robby SujaNEWS.com — SATU hal yang harus kita miliki agar harapan dan cita-cita kita terwujud adalah keyakinan. Tanpa keyakinan, semudah apa pun urusan pasti akan selesai dengan cara asal-asalan. Lain halnya jika keyakinan menjadi kekuatan. Serumit apa pun urusan pasti sesuai dengan harapan.

Terkadang kita manusia kalah dengan iblis jika harus adu keyakinan. Coba kita bayangkan Iblis yang jelas-jelas tidak patuh dengan perintah Allah SWT, tapi ia memiliki keyakinan yang kuat. Contohnya, Iblis yakin bahwa surga dan neraka itu ada. Dia juga pernah tinggal di syurga sebelum membantah perintah Allah SWT. Dan setelah membantah, maka akhirnya Iblis pun akan menjadi penghuni neraka setelah kiamat tiba nantinya.

Adapun wujud dari keyakinannya adalah bahwa dia sangat yakin bisa menyesatkan banyak dari umat manusia yang kelak menemaninya di neraka. Maka jangan pernah kita terperdaya oleh bujuk rayunya agar kita tidak sengsara di akhirat kelak.

Sahabat…

Kita adalah manusia yang diberi anugerah berupa akal dan pikiran serta hasrat dari Tuhan Yang Maha Esa. Yang bisa membedakan apa yang baik dan apa yang buruk. Jika dibanding iblis tentu kita jauh lebih mulia darinya. Begitu pula malaikat yang diciptakan Allah SWT hanya untuk beribadah kepadanya dan patuh atas segala perintahnya. Kita manusia bisa lebih baik dari malaikat jika kita bisa membebaskan diri dari belenggu nafsu duniawi yang tidak akan pernah berhenti.
Maksudnya, kita tidak harus meninggalkan dunia untuk lepas dari belenggu keinginan-keinginan duniawi, akan tetapi yang harus kita miliki adalah melakukan yang terbaik dalam mencari rezeki. Dengan tetap mengamalkan sikap sederhana dan tidak pernah ingkar atas perintah Allah SWT.

Walaupun manusia secara pengetahuan lebih mulia dibanding ciptaan Allah SWT yang lainnya, tapi kita juga bisa menjadi makhluk yang rendah. Sangat rendah derajatnya, ini akan terjadi jika kita tidak pernah menggunakan hati untuk memahami segala potensi diri, tidak menggunakan mata untuk melihat anugerah yang Allah beri, tidak menggunakan pendengaran untuk mendengarkan kalimat-kalimat Suci, tidak percaya keagungan Allah yang kekuasaannya meliputi segala yang ada di langit dan di bumi. [robbie-alca]